MUTIARA HIKMAH DAN KEHIDUPAN
part one :
Manusia berada dalam dua ujung: Ujung yang pertama adalah kemuliyaan yaitu bagi orang yang berakhlaq, orang ini lebih mulia dari malaikat. Dan ujung yang kedua adalah kehinaan yaitu orang-orang yang akhlaqnya tidak terpuji.
Manusia berada dalam dua ujung: Ujung yang pertama adalah kemuliyaan yaitu bagi orang yang berakhlaq, orang ini lebih mulia dari malaikat. Dan ujung yang kedua adalah kehinaan yaitu orang-orang yang akhlaqnya tidak terpuji.
part two :
“Malam Jumat 26 September 2002 saya nonton film Zein Master di TV 7. Zein Master seorang yang hidup bagai dewa, sederhana, miskin tetapi ia disegani, dihormati, dan dijadikan tempat bertanya sekaligus berobat bagi siapa saja yang terkena penyakit gejala kejiwaan atau problematika kehidupan. Ia ditemani seorang anak kecil yang menjadi lidah penyambung ajaran dan segala macam bentuk fatwanya. Suatu ketika ia di datangi seorang perempuan yang sangat cantik. Ia ternyata sedang bingung menentukan jodoh. Ia bertanya kepada Zein: “Dewa bagaimana dengan kehidupanku?” Zein sang Dewa I menjawab,”Sesuatu yang baik harus dicari dan diperjuangkan, sesuatu yang buruk sekuat tenaga harus ia tinggalkan”. Lalu sang gadis keluar dan ia mencari yang dia anggap baik. Ia dapatkan orang kaya…tetapi hanya sesaat. Keindahan hanya sesaat. Sampai akhirnya ia tertimpa kecelakaan, ia ditolong oleh seorang pria yang care kepadanya. Pria itu hanya menitipkannya pada seorang penduduk kampung yang miskin, tetapi mereka bahagia, menikmati kehidupan yang mereka jalani. Ketika siuman sang gadis bertanya, berbincang, dan pada akhirnya ia bertanya tentang jodoh:”knapa ibu mau menikah dengan suami ibu dulu? Padahal dengan menikah dengannya ibu harus tinggal di kampung seperti ini, bukan dengan orang yang kaya ?’ Ia mengatakan,”kehidupan adalah kebahagiaan” . Dan tiba-tiba sang biksu datang dan berkata:” istri adalah jodoh, jodoh baik, jodoh buruk. Tetapi yang terpenting adalah nilai tanggungjawab ketika kita mengambil suatu keputusan. Dan setelah itu bahagia.***
Part three :
“Malam Jumat 26 September 2002 saya nonton film Zein Master di TV 7. Zein Master seorang yang hidup bagai dewa, sederhana, miskin tetapi ia disegani, dihormati, dan dijadikan tempat bertanya sekaligus berobat bagi siapa saja yang terkena penyakit gejala kejiwaan atau problematika kehidupan. Ia ditemani seorang anak kecil yang menjadi lidah penyambung ajaran dan segala macam bentuk fatwanya. Suatu ketika ia di datangi seorang perempuan yang sangat cantik. Ia ternyata sedang bingung menentukan jodoh. Ia bertanya kepada Zein: “Dewa bagaimana dengan kehidupanku?” Zein sang Dewa I menjawab,”Sesuatu yang baik harus dicari dan diperjuangkan, sesuatu yang buruk sekuat tenaga harus ia tinggalkan”. Lalu sang gadis keluar dan ia mencari yang dia anggap baik. Ia dapatkan orang kaya…tetapi hanya sesaat. Keindahan hanya sesaat. Sampai akhirnya ia tertimpa kecelakaan, ia ditolong oleh seorang pria yang care kepadanya. Pria itu hanya menitipkannya pada seorang penduduk kampung yang miskin, tetapi mereka bahagia, menikmati kehidupan yang mereka jalani. Ketika siuman sang gadis bertanya, berbincang, dan pada akhirnya ia bertanya tentang jodoh:”knapa ibu mau menikah dengan suami ibu dulu? Padahal dengan menikah dengannya ibu harus tinggal di kampung seperti ini, bukan dengan orang yang kaya ?’ Ia mengatakan,”kehidupan adalah kebahagiaan” . Dan tiba-tiba sang biksu datang dan berkata:” istri adalah jodoh, jodoh baik, jodoh buruk. Tetapi yang terpenting adalah nilai tanggungjawab ketika kita mengambil suatu keputusan. Dan setelah itu bahagia.***
Part three :
Sejarah adalah peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Tetapi sejarah tidak sekedar dibaca. Ia harus dipelajari, diambil nilai hikmahnya. Sejarah masa lampau , kaum-kaum terdahulu, para rasul dan Nabi Allah, sahabat, para salafus shaleh, orang-orang teladan di antara kita. Tugas kita adalah meneladani akhlaq-akhlaq tertinggi yang diperankan oleh sejarah dan oleh para pelaku sejarah. Teladan yang baik yang kita lakukan hari ini adalah akan menjadi sejarah baik pada waktu yang akan datang.”
Part four
Part four
Al-kisah:
Nabi Muhammad SAW suatu ketika ia disalami oleh para sahabat. Dan ada seorang sahabat mengambil tangan Nabi, Nabipun kemudian mengulurkan tangannya dengan anggapan bahwa orang tersebut akan mencium tangan Nabi sebagaimana sahabat lain lakukan. Tetapi yang terjadi ia meludahinnya dan memaki Nabi Muhammad SAW. Umar Bin Khatab yang berada di samping Nabi secara spontan kaget dan ia mengatakan pada Nabi:”Ya Nabi dia telah menghina paduka yang mulia, biarkan aku menghukumnya, dia kafir!” Nabi Muhammad SAW kemudian tersenyum dan menjawab,”Biarlah dia kafir dan berbuat dhalim hari ini, tetapi esok atau lusa siapa tahu ia akan menjadi muslim yang taat.” Umar kemudian bertanya lagi,”Kalau ia tidak muslim dan terus melakukan kedhaliman bagaimana ya Nabi?” Ya…mudah-mudahan anak cucunya nanti yang akan menjadi orang yang muslim dan selalu menebarkan kebaikan”. Begitu Indah akhlaq rasulullah.
Part Five
Nabi Muhammad SAW suatu ketika ia disalami oleh para sahabat. Dan ada seorang sahabat mengambil tangan Nabi, Nabipun kemudian mengulurkan tangannya dengan anggapan bahwa orang tersebut akan mencium tangan Nabi sebagaimana sahabat lain lakukan. Tetapi yang terjadi ia meludahinnya dan memaki Nabi Muhammad SAW. Umar Bin Khatab yang berada di samping Nabi secara spontan kaget dan ia mengatakan pada Nabi:”Ya Nabi dia telah menghina paduka yang mulia, biarkan aku menghukumnya, dia kafir!” Nabi Muhammad SAW kemudian tersenyum dan menjawab,”Biarlah dia kafir dan berbuat dhalim hari ini, tetapi esok atau lusa siapa tahu ia akan menjadi muslim yang taat.” Umar kemudian bertanya lagi,”Kalau ia tidak muslim dan terus melakukan kedhaliman bagaimana ya Nabi?” Ya…mudah-mudahan anak cucunya nanti yang akan menjadi orang yang muslim dan selalu menebarkan kebaikan”. Begitu Indah akhlaq rasulullah.
Part Five
Nabi Musa AS dalam menjalankan misinya tidak terlepas dari gangguan dan rintangan. Rintangan yang selalu mengancam keselamatannya adalah Raja Firaun. Raja Firaun yang dikenal sadis, otoriter, dan diktator, terus berupaya menghalangi bahkan menumpas habis dakwah Nabi Musa as. Apa yang dilakukan oleh Nabi Musa as? Langkahnnya adalah ia menguatkan proses pertolongan kepada Allah, yaitu dengan senantiasa dzikir dan pikir, selanjutnya mengumpulkan kekuatan untuk kemudian mengalahkan Firaun.
Nabi Ibrahim mendapat cobaan di dalam dakwahnya dengan ia dibakar hidup-hidup selama 40 hari 40 malam, yang ia lakukan adalah mendekatkan diri dengan keyakinan yang penuh. Ia pun selamat dan raja yang mendaliminya biarpun ia sangat kuat tetapi ia mendapat balasan dari kedzalimannya dengan telinganya dimasuki nyamuk dan ia kemudian tersiksa selama 40 hari dan kemudian ia mati sia-sia.
Nabi Ibrahim mendapat cobaan di dalam dakwahnya dengan ia dibakar hidup-hidup selama 40 hari 40 malam, yang ia lakukan adalah mendekatkan diri dengan keyakinan yang penuh. Ia pun selamat dan raja yang mendaliminya biarpun ia sangat kuat tetapi ia mendapat balasan dari kedzalimannya dengan telinganya dimasuki nyamuk dan ia kemudian tersiksa selama 40 hari dan kemudian ia mati sia-sia.
Part Six
Dr. Gina, tanggal 2 oktober 2002 ia menjadi nara sumber di Trans TV. Memakai Jilbab yang longgar, dengan perpaduan warna yang serasi, tetapi tidak tampak glamor dan mewah. Wajahnya begitu segar, yang mungkin itupun mencerminkan kejernihan dan ketentraman jiwanya. Ia bekerja pada perancangan kapal terbang, dan sekilas dari pembicaraannya ia adalah wanita yang sukses dalam menjalani kehidupnnya. Dan yang membuat kagum saya adalah ia muda, kalem, dan cerdas. Ia mengatakan,”kesuksesan hanya dapat diraih dengan ketinggian moral, ketaqwaan yang penuh, dan berusaha.” Dan ia menekankan bahwa sukses itu dimulai dengan kedekatan kita kepada ALLah (Taqwa), karena dari sanalah Allah akan memberikan jalan menuju sukses itu…
Part Seven
Part Seven
Kerja Keras
Suatu ketika Nabi Isa AS sedang duduk, tiba-tiba datang kedua sahabatnya. Keduanya menyarakan bahwa keduanya sangat lapar. Maka Nabi Isa menegepal tanah dan merubahnya menjadi roti dan keduanya kemudian kenyang. Dan keduanya juga sangat haus maka keduanya meminta kepada Nabi Isa agar merrdatangkan air. Maka air itu memancar dari tangan Nabi Isa. Maka mereka hilang rasa hausnya. Setelah itu Nabi Isa bertanya kepada kedua orang tadi dan mengatakan bahwa siapakah orang yang paling mulia? Kedua sahabat itu menjawab. Yang paling mulia adalah kami. Kami telah mendapatkan makanan dan minuman dari tuan. Maka Nabi Isa menjawab bahwa orang yang paling mulia adalah yang bangkit dan menggunakan kedua tangannya untuk bekerja.
Part Eight
Suatu ketika Nabi Isa AS sedang duduk, tiba-tiba datang kedua sahabatnya. Keduanya menyarakan bahwa keduanya sangat lapar. Maka Nabi Isa menegepal tanah dan merubahnya menjadi roti dan keduanya kemudian kenyang. Dan keduanya juga sangat haus maka keduanya meminta kepada Nabi Isa agar merrdatangkan air. Maka air itu memancar dari tangan Nabi Isa. Maka mereka hilang rasa hausnya. Setelah itu Nabi Isa bertanya kepada kedua orang tadi dan mengatakan bahwa siapakah orang yang paling mulia? Kedua sahabat itu menjawab. Yang paling mulia adalah kami. Kami telah mendapatkan makanan dan minuman dari tuan. Maka Nabi Isa menjawab bahwa orang yang paling mulia adalah yang bangkit dan menggunakan kedua tangannya untuk bekerja.
Part Eight
Cerita Said Bin Muadz yang mengatakan bahwa; Ya rasulullah tangan kami sangat kasar karena kerja setiap hari. Rasul mengatakan bahwa orang yang kasar tangannya untuk bekerja lebih baik dari tangan yang halus hanya untuk meminta-minta.

No comments:
Post a Comment